BEBS Teken Kontrak Pabrik Mineral Senilai Rp 125 Miliar

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) baru saja menandatangani kontrak proyek dengan PT Apel Mas Indonesia (AMI) milik Ustad Yusuf Mansyur untuk pembangunan pabrik air mineral senilai Rp 125 miliar. Penandatanganan dilakukan oleh Hasan Muldhani, Direktur Utama BEBS, bersama H Widi, Direktur Utama PT AMI pekan ini. Kontrak kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan meluaskan market. Untuk mendukung pengerjaan proyek pembangunan pabrik ini, BEBS sebelumnya telah mengikat berbagai kontrak suplai bahan baku dalam rangka mengamankan sumber cadangan material untuk kebutuhan poyek.

Hasan Muldhani, Direktur Utama BEBS mengatakan, kontrak suplai ini untuk mengamankan cadangan material demi memenuhi kebutuhan berbagai proyek yang akan digarap BEBS. “Kerjasama yang kita lakukan dalam rangka mengamankan sumber cadangan material demi memenuhi banyaknya kontrak kerja yang harus dilaksanakan oleh BBS. Hal strategis lain, kontrak ini menjadikan stok kami melimpah," ungkapnya, Jumat. Alhasil, penjualan dan pendapatan usaha BEBS terus menanjak.

Untuk menjalankan itu, BEBS melakukan berbagai kontrak suplay dalam rangka mengamankan sumber cadangan material kebutuhan poyek. Hal tersebut dilakukan demi melancarkan produktifitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan. Sebagaimana diketahui PT Berkah Beton Sadaya Tbk. telah memutuskan untuk go public.

Emiten yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian tersebut sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEBS. Hasan Muldhani, Direktur Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk. mengatakan bahwa kontrak suplay ini untuk mengamankan cadangan material demi memenuhi berbagai proyek yang akan dilaksanakan BBS. "Hal strategis lain, kontrak ini menjadikan stok kami melimpah sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan untuk terhambat berproduksi,“ kata Hasan.

Hasan juga mengungkapkan,selain mengamankan suplai bahan baku, BEBS juga meningkatkan kualitas dan kapasitas fasilitas produksi. Dari segi SDM (Sumber Daya Manusia), BBS mencanangkan program untuk upgrading tim produksi, manajemen, hingga tim pemasaran. "Ini demi menjaga kepercayaan publik karena BBS juga sudah melantai di pasar bursa,” ungkap Hasan. Berdasarkan catatan laporan keuangan, BEBS mencatatkan kenaikan laba sebesar 522,7% pada triwulan pertama 2021.

BEBS mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 97.012.049.303, atau naik sebesar 346,58 persen atau senilai Rp 69.021.241.472 dari pendapatan usaha tahun sebelumnya sebesar Rp 27.990.807.831. Pendapatan usaha di 2020 naik Rp 95,93 miliar atau sebesar 649,78 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 14,76 miliar. Kenaikan penjualan di tahun 2020 dikontribusi dari penjualan material sebesar Rp 86,61 miliar dan peningkatan penjualan redymix sebesar Rp 9,32 miliar atau 68,70 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.